Sedekah sebagai Simpanan Terbaik

memberi-sedekah

Siapa bilang sedekah hanya bisa dilakukan ketika sedang senang dan banyak uang? Faktanya, sedekah di saat susah juga bisa dilakukan. Memang kedengarannya sulit, namun ketika kita yakin dan percaya bahwa sedekah merupakan simpanan terbaik kepada Allah, tentu kita akan berpikir bahwa sedekah itu tidak pernah ada ruginya.

“Fadhilah sedekah sangatlah banyak. Bisa mendatangkan ampunan Allah, menghapus dosa, obat penyakit, penarik rezeki, dan sebagainya,” kata Ustadz Yusuf Mansur.

Keutamaan atau fadhilah sedekah juga dialami oleh Leny Pujiastuti, sahabat SMI dari grup 55.  Saat itu hari Kamis, Leny melihat uang di dompetnya hanya tersisa uang sebesar Rp50000 dan beberapa recehan. Leny mengaku bingung karena saat itu masih pertengahan bulan dan uang tersebut jika dihitung-hitung tidak akan cukup untuk uang saku dua anaknya setiap hari hingga akhir bulan.

“Apalagi buat kebutuhan lainnya, aku ingat kisah Ustadz Yusuf Mansur (UYM) waktu kecil tentang cabe, tomat, bawang, akhirnya aku niatin dengan keyakinan bahwa Allah akan memberiku lebih. Hari Jumat kebetulan ada acara ibu-ibu di masjid, uang Rp50000 saya belikan untuk bahan gorengan dan saya buat gorengan dan saya bawa ke masjid dengan niatan sedekah,” ungkap Leny.

Sore hari, di hari yang sama, secara tidak disangka-sangka, Leny mendapatkan rezeki lain dan hal itu terus berlangsung. “Alhamdulillah rezeki itu datang dari arah yang tidak disangka-sangka, sampai saya bisa memenuhi kebutuhan hidup sampai akhir bulan dan saya sampai saat ini kalau cerita tentang pengalaman saya ini jadi merinding seperti gak percaya bahwa Allah benar-benar akan mengganti yang lebih dari apa yang kita sedekahkan,” ujarnya.

Sebagian orang mungkin tidak percaya dengan cerita Leny karena dianggap mengada-ada. Leny mengaku di desanya masih banyak orang berpikir, buat mencukupi kebutuhan hidup saja kurang, kok malah harus berbagi dengan orang lain, padahal kalau kita dalam keadaan susah harus perbanyak sedekah.

“Terima kasih UYM karena telah mengajarkan sedekah dan ilmu-ilmu yang bermanfaat buat saya. Semoga Allah selalu melindungi dan menjaga Ustadz Yusuf Mansur sekeluarga, Aamiin,” kata Leny.

Bersegeralah bersedekah, sebab Rasul mengatakan, bala bencana tidak pernah bisa mendahului sedekah.

Sedekah juga bisa mendatangkan keridhaan, kasih sayang, dan bantuan Allah. Sebagaimana hadits Nabi:

“dan Allah senantiasa memberi pertolongan kepada Hamba-Nya selama ia menolong saudaranya”.

Kita merasa hidup kita sulit, tapi pasti ada yang lebih sulit. Terhadap mereka inilah Allah meminta kita memperhatikan mereka jika ingin diperhatikan.

Sumber : Selamat Morning Indonesia

Iklan

RENUNGAN 1 MENIT

minutes1Adalah seorang pemuda yang tengah berjalan- jalan ditepi hutan untuk mencari udara segar, ketika dia tengah berjalan, tiba -tiba terdengarlah Bunyi auman suara harimau…
Auuuummmm… .!!!!!

Seekor harimau yang sedang lapar Dan mencari mangsa untuk mengisi perutnya Dan tiba-tiba Sudah berada dihadapan pemuda . pemuda tadi karena takut, diapun berlari semampu dia bisa, Harimau yang sedang lapar tentunya tidak Begitu saja melepas mangsa empuk di depan matanya, harimau itupun mengejar pemuda tadi.

Ditengah kepanikkannya, pemuda tadi masih sempat berdoa, agar diselamatkan dari terkaman harimau,…rupanya doanya dikabulkan, dalam pelariannya dia melihat sebuah sumur tua,..terlintas Dibenaknya untuk masuk kedalam sumur itu,..karena harimau pasti tidak akan mengejarnya ikut masuk kesumur tersebut.

Beruntungnya lagi ternyata sumur tersebut ditengahnya Ada tali menjulur ke bawah, jadi pemuda tadi tidak harus melompat yang mungkin saja bisa membuat kakinya patah karena dalamnya sumur tersebut. Tapi ternyata tali itu pendek Dan takkan sanggup membantu dia sampai kedasar sumur, hingga akhirnya dia bergelayutditengah- tengah sumur, ketika tengah bergelayut. Dia menengadahkan mukanya keatas ternyata harimau tadi masih menunggunya dibibir sumur, Dan ketika dia menunduk kebawah, terdengar suara kecipak air,.. setelah diamati ternyata Ada 2 ekor buaya yang ganas yang berusaha menggapai badannya,.

Ya Allah bagaimana ini, diatas aku ditunggu harimau, dibawah buaya siap menerkamku, ketika dia tengah berpikir caranya keluar, tiba-tiba dari Pinggir sumur yang Ada lobangnya keluarlah seekor tikus putih

..ciiit…ciiit. .. ….ciit…

yang naik meniti tali pemuda tadi Dan mulai menggerogoti tali pemuda tadi,.. belum hilang keterkejutannya dari lobang Satunya lagi muncul seekor tikus hitam yang melakukan hal sama seperti tikus putih menggerogoti tali yang dipakai pemuda tuk bergelantungan. Waduh …jika tali ini putus, .habislah riwayatku dimakan buaya..!!! Cemas dia berpikir,… jika aku naik keatas ….sudah pasti harimau menerkamku,… jika menunggu disini…lama- lama tali ini akan putus Dan Buaya dibawah siap menyongsongku. .. Saat itulah dia mendengar dengungan rombongan lebah yang sedang mengangkut madu untuk dibawa kesarang.

Mereka,.. dia mendongakkan wajahnya keatas.. Dan tiba-tiba jatuhlah setetes madu dari lebah itu langsung tertelan ke mulut pemuda tadi. Spontan pemuda tadi berkata…Subhanallah ..Alangkah manisnya madu Ini,..baru sekali ini aku merasakan madu semanis Dan selezat ini…!!! Dia lupa akan ancaman buaya Dan harimau tadi.

Tahukah kamu, inti dari cerita diatas… ^^,,

Pemuda tadi adalah Kita semua, harimau yang mengejar adalah maut Kita sedangkan ajal memang selalu mengejar kita, jadi ingatlah akan mati. Dua ekor buaya adalah malaikat Munkar dan Nakir yang menunggu kita di alam kubur nantinya. Tali tempat pemuda bergelayut adalah panjang umur kita,..jika talinya panjang maka pendeklah umur kita, jika talinya pendek maka panjanglah umur kita. Tikus putih dan tikus hitam adalah dunia kita, siang dan malam yang senantiasa mengikis umur kita. Madu setetes adalah nikmat dunia yang hanya sebentar. Bayangkan madu setetes tadi masuk ke mulut pemuda,…sampai dia lupa akan ancaman harimau dan buaya,.. Begitulah kita, ketika kita menerima nikmat sedikit, kita lupa kepada Allah dan ketika susah baru ingat kepada Allah.. Astaghfirullah….

1 menit untuk mengingat Allah

Sebutlah dengan sepenuh hati dengan lidah yang fasih akan:

“subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar la haula wala quwwata illah billahil ‘aliyyil adzim”

”Hayatilah sedalamnya akan makna ayat demi ayat dan perkataan demi perkataan”

Sebuah renungan untukku, untukmu, untuk kita semua.

Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati yang terkunci….

Di ambil dari: Mutiara El-Himmah

Syukron v^_^v

HAMASAH!!!

Dalam Penantian

Ini bukan yang pertama kalinya, aku pernah jatuh cinta..

Ya, pernah.. setidaknya saat jaman-jamannya cinta monyet (cimon) waktu SD dulu. Seperti yang orang-orang bilang kalau jatuh cinta berjuta rasanya.  Aku pernah merasakan kebahagiaan itu..

Aku memang tak mudah jatuh cinta..Terakhir aku jatuh cinta sudah lebih dari setahun yang lalu, dan terakhir aku berpacaran ± 5 tahun yang lalu. Setelah semua nya baik-baik saja, hidupku berjalan seperti biasanya, tanpa pacar ataupun TTM dan sebagainya.. tiba-tiba di bulan April ini aku merasakan “getaran aneh” ini kembali. Kepada orang yang sudah lama ku kenal dan aku pun tak pernah menyangka bisa tiba-tiba menaruh hati padanya..

Bukan kebahagiaan yang kurasa, hati ini sungguh sangat tak menentu.. ketika aku berkomitmen untuk tidak akan pernah pacaran lagi sebelum aku menikah.. aku harus memendam dan memendamnya.. terkadang aku bingung, apakah ini rasa tidak nyaman atas cinta atau kegalauan yang aku rasakan atas permasalahan yang ada dalam hidupku.

Aku tak punya pilihan lain.. kalau aku yang dulu bisa saja PEDEKATE dan kalau gayung bersambut pun menjalin hubungan dengannya.. itu membahagiakan, walaupun “semu”.. Hehe

Sholat adalah kebutuhanku saat ini, untuk menepis segala kegalauan hidup : pekerjaan, jodoh, dan pendidikan yang belum usai..

Aku pernah dengar orang bilang, kalau jodoh itu cerminan kualitas diri. Jadi aku akan berusaha untuk memantaskan diri agar Allah mengirimkan jodoh yang dapat membangun cinta karena-Nya, dan suatu saat Allah menganugerahkan kepadaku seorang anak yang Hafizh Qur’an.. Aamiin Ya Robbal’alamin..

 

-pelangi-

BERBISNIS SEJAK MAHASISWA, PAS WISUDA BERIKAN IJAZAH DAN DUA TIKET UMROH KEPADA ORANG TUA..

Siang ini menyempatkan mampir ke timeline facebook, setelah membaca kiriman mas Saptuari ini, Masya Allah, rasanya hati ini seperti diiris-iris, Beliau sukses membuat hati saya sesak dan sudah ga karuan rasanya.. pertanyaan itu terasa menghujam jantung seketika..

Teringat belum ada yang bisa saya lakukan untuk sesama, hidup yang masih manja dan belum bisa membahagiakan orang tua.. Sedih.. Sakit.. Ibu, Bapak, maafkan anakmu ini..!!

I love you, mom & Dad..

Kalau kamu mau ikutan merasa teriris-iris dan sesak di dada, monggo dibaca!! berikut kisahnya :

Saya mengenalnya sejak 5 tahun lalu, anak muda dari Aceh yang kuliah di Universitas Diponegoro Semarang. Tri Wahyudi namanya, sejak kuliah sudah gatel pengen bisa punya usaha sendiri. Padahal orang tuanya di Aceh berharap dia jadi mahasiswa yang fokus kuliah saja.

“Saya malu mas kalo sudah mahasiswa terus meminta-minta pada orang tua. Umur sudah 20 tahun, masak gak bisa cari uang sendiri. Saya berjanji untuk bisa menyelesaikan kuliah tepat waktu walau saya sambi dengan berwirusaha. Saya sukanya traveling, waktu itu merintis bisnis tour and travel. Saya bikin paket-paket wisata buat anak-anak SMA, mahasiswa hingga ibu-ibu pengajian. Dari tour ke Bali hingga wisata religi mengunjungi makam para wali. Saya hubungi mitra kerja yang punya bis dan armada lainnya, termasuk layanan rental mobil dengan sistem bagi hasil. Pokoknya nyaris tanpa modal.. ”
Ceritanya waktu itu..

“Kamu bagi waktunya gimana waktu itu Tri, kan kuliah full juga ngejar biar lulus tepat waktu..?” Tanya saya

“Saya atur semua mas, senen-kamis itu habis kuliah saya muter nyebarin brosur, kalo ada waktu tour Jumat-Minggu saya kan libur kuliah, kalau kepepet saya minta ganti tim saya mendampingi. Jika ada yang pesen paket wisata saya siapkan data detailnya hingga pakai bis apa, saya ajak temen-temen mahasiswa untuk bantuin saya, nanti dapat fee profesional..”

“Kuliah akhirnya beres kan? Sibuk bisnis kuliah keteteran malah? Hehe..”

“Alhamdulilah selesai mas, malah pas wisuda saya kasih kejutan ke orang tua. Hasil bisnis saya sisihkan tabungannya, mereka datang dari Aceh saya persembahkan ijazah sarjana dan dua tiket umroh untuk mereka.. Waaah gak nyangka, sampai terharu benerr mereka..”

Mmm.. Luar biasa yaa, pukulan telak buat mahasiswa yang masih manja dan ngandelin orang tua. Hidup santai jauh dari rumah, berani-beraninya pacaran, pas nraktir makan masih pakai uang kiriman…. Beuuhh! Gak kereen maan!!

Dua bulan lalu saya ketemu dengan Tri Wahyudi lagi di WMM expo di Graha Sabha Pramana UGM, masih ramah dan ceriwis seperti dulu..
Obrolan kami dimulai lagi..

“Mas, saya sekarang pulang ke Aceh, usaha saya yang di Semarang sudah dikelola mitra saya, naah di Aceh saya merintis usaha serupa mas, Alhamdulilah sudah jalan juga. Naaah.. Saya juga mau bikin BMT mas, tapi bener-bener syar’i mas. Di Aceh para pedagang kecil banyak banget yang terjerat riba. Nah konsep BMT saya ini Mudharabah, bagi hasil mas.. Dan kami pantau setiap hari. Misal ada penjual ikan, kami pinjami 1 juta untuk modal, nanti bagi hasil 20% keuntungan kepada kami. Kalau rugi jualannya ya kami gak dapat apa-apa, nanti ada tim pendamping kami yang rutin berkeliling ke pasar-pasar, mengajari mereka menghitung laba, jadi bener-bener adil dan syar’i..”

“Saya yakin pasti ada jalan mas, BMT yang bener-bener syar’i, bukan sistem bagi hasil flat di depan mas.. Nanti jatuhnya riba lagi, gak ada bedanya dengan bunga bank..”

saptu

Mmmm… Luar biasa ya, kalau makin banyak anak-anak muda yang bergerak dan perduli pada sesama. Hidup yang gak egois, punya ilmu gak serakah disimpan sendiri, tapi juga dibawa untuk kemanfaatan bagi sesama..
Itulah yang bakal jadi amal jariyah nanti di akherat sana..

Bagaimana dengan dirimu?
Apakah yang sudah engkau lakukan untuk sesamamu?
Atau masih enjoy hidup manja dan belagu?

Salam,
@Saptuari

sumber : Facebook Mas Saptuari

 

Pelangi

Masa-masa hidup yang indah tak selamanya ku rasakan..

Aku dalam kesendirian, dalam kesedihan yang tak mampu aku ungkapkan..

aku bukan tak mempercayai orang-orang terdekat..

pada orang yang bertanggung-jawab atas diriku pun..

bukan begitu…

 

aku hanya tak mampu…

bolehkah aku seperti itu..

aku malu apabila mengungkapkan kesedihanku,,

sungguh aku takut jika ada yang mengatakan aku tukang mengeluh..

aku selalu berharap Allah SWT mengabulkan do’a do’a ku..

Aku yakin itu,, Aku masih mempunyai Allah Yang Maha Besar yang bisa membantuku untuk menyelesaikan masalah sebesar apapun itu..

Aku Yakin,, Allah akan menghadiahkan pelangi terindah-Nya dalam hidupku..