Masihkah Rindu itu ada?

Kata ”iya” yang pernah di ucapkan..

Sesuatu yang telah aku katakan disertai “insya Allah”..

Kesanggupan untuk melakukan sesuatu dikemudian hari..

Itulah janjiku padamu..

 

Aku telah berjanji dan tidak ada niat sedikitpun untuk mengingkarinya..

Sungguh.. Aku sangat menantikan saat-saat itu..

Aku sangat merindukannya..

 

Hingga saat waktunya tiba, aku sungguh tak mampu memenuhi janjiku..

Aku sangat-sangat letih saat itu..

Aku baru tiba di rumah di waktu yang bersamaan saat seharusnya aku sudah bertemu denganmu..

 

Aku tidak menyalahkan kegiatanku hari ini..

Kegiatan yang ternyata aku baru bisa sampai rumah saat adzan magrib..

Yang aku kira tidak selama itu..

Dan semuanya diluar perencanaan,, diluar perkiraanku,, diluar perkiraan kami..

 

Memang ini salahku,, aku yang terlalu lemah untuk berjalan mengelilingi Monumen Nasional (Monas) di siang terik itu selama beberapa jam karena terjebak di dalam dan tidak mengetahui kalau hanya pintu tertentu saja yang bisa dilalui..

Aku yang terlalu lemah memiliki fisik yang terkadang tak mampu berdiri terlalu lama..

Aku yang pada saat itu merasakan ingin seperti pingsan tapi terus kupaksakan agar tidak merepotkan dan mengkhawatirkan yang lain..

Aku yang harus menyemangati beberapa kawan yang merasa letih dan terus berjuang lalu kami pulang menggunakan Bus Transjakarta (Busway) yang sore itu sangat penuh sesak meskipun di hari minggu..

 

Hari itu kami ke beberapa tempat di sekitaran Jakarta Pusat,, kami hunting lokasi,, hunting foto hingga terjebak di dalam Area Monas,, dan baru bisa keluar sekitar pukul 15.00 lalu segera mencari sesuatu untuk mengganjal perut di stasiun gambir..

 

Hari itu kami sangat bahagia..

Bisa bersilaturahmi dan berkumpul walaupun bersama rasa letih dan lapar yang lumayan terasa..

 

Aku sungguh tak mampu menepati janjiku padamu..

Kamu bilang aku tidak konsisten..

Kamu terus memaksaku dan meskipun aku bisa dengan mudah pergi mengendarai motor..

Aku tahu fisikku,, aku tidak tahu meskipun hanya duduk dan mengendarai motor apakah aku bisa berkonsentrasi dengan kondisi yang hanya aku sendiri yang bisa merasakannya..

Maafkan aku yang mengecewakanmu..

 

Sungguh aku sedih.. aku harus merasa bersalah atau menganggapmu tidak mengerti aku?

 

 

Iklan